Padang, AT - Razia demi razia untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) dan pergaulan bebas terus gencar dilakukan oleh aparat penegak peraturan daerah (perda) Kota Padang, Sumatera Barat.
Malam minggu yang biasanya kerap kali dijadikan pasangan muda-mudi untuk berjumpa dan melepas lelah setelah satu minggu beraktifitas, ternyata masih banyak disalahgunakan oleh pasangan yang masih belum berstatus suami-istri ini.

Tak pelak, hal ini mendapat perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Terbukti, 23 pasangan ilegal ini terjaring razia oleh petugas didua titik berbeda.

Sasaran pertama razia petugas kali ini adalah ke Kawasan Bukit Lampu, Kecamatan Lubuk Begalung. Razia yang dimulai pada Sabtu (20/2) sekitar pukul 18.00 WIB ini berhasil menjaring tujuh pasang "anak baru gede" (ABG).

Salah satu tempat atau kafe remang-remang di Kawasan Bukit Lampu tersebut yang sudah lama menjadi incaran petugas selama ini ternyata membuahkan hasil.

Benar saja, petugas kemudian mengamankan sepasang muda-mudi yang lagi asyik berduaan di tempat tersebut. Tak hanya sepasang, di lokasi berbeda petugas pun berhasil mengamankan enam pasang muda-mudi lainnya.

Petugas bak film-film Hollywood dengan menggunakan sistem "undercover" atau penyamaran, melakukan pengintaian agar razia kali ini tidak bocor. Karena setiap kali melakukan razia selalu bocor. Dan akibatnya seringkali petugas kewalahan jika ingin menyisir tempat itu.

Tak puas sampai disitu, kawasan batu grip Pantai Padang kembali dirazia oleh petugas. Seakan tidak pernah takut dan jera, sebanyak 16 pasang juga ikut terjaring razia oleh petugas. Salah seorang perempuan sempat berteriak kepada petugas bahwa ia mengaku tidak melakukan perbuatan tidak senonoh .

"Saya hanya ingin beli es kelapa muda, kenapa saya dibawa?," teriaknya kepada petugas. Namun, untuk kepentingan penyidikan, petugas tetap membawanya ke Mako Satpol PP untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Padang Firdaus Ilyas melalui Kasi Lidik Amrizal Rengganis mengatakan, bahwa razia adalah dalam rangka mengatasi masalah maraknya perilaku yang melanggar di tengah-tengah generasi muda Kota Padang.

"Satpol PP akan terus mengawasi setiap hal-hal yang merusak generasi muda Kota Padang," ujarnya.(MN/IC)
 
Top