Cici Arianti telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Yos Sudarso, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) selama 12 hari karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepalanya. Jenazah Cici Arianti kemuadian dibawa ke kampungnya di Pariaman.
Korban bus naas tersebut sekarang berjumlah tiga orang. Dua korban lainnya yakni sopir bus Asril Zaini (58) sudah dikebumikan di kampungnya Payakumbuh. Satu lagi Husniwati Dewi (22) Mahasiswi Teknik Industri 2012 itu juga telah dikebumikan di kampung halamannya di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Sabtu (13/2) lalu.
"Kami mendapat kabar duka dari Wakil Rektor II kalau anak kami Cici Arianti telah mendahului, aemoga almarhumah khusnul khotimah," kata Wakil Rektor III Hermansyah.
Seperti diketahui sebelumnya, Kecelakaan itu sendiri diduga terjadi karena bus bantuan Presiden Megawati itu mengalami rem blong sehingga bus oleng jatuh ke perumahan warga Limau Manis. Sebelum terjun bus sempat menyenggol mobil dan motor. (sng)