Padang, AT – Dua kendaraan ringsek akibat tertimpa pohon tumbang yang terjadi di jalan Bundo Kanduang, Rabu (10/2) pagi kemarin. Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo meninjau langsung ke lokasi kejadian.Usai melihat kejadian, Walikota Padang mengatakan, penyebab tumbangnya pohon karena berbagai hal. Seperti telah lapuknya pohon karena dimakan usia serta akibat ulah tangan manusia.
“Kita melihat pohon yang
tumbang di jalan Bundo Kanduang ini karena ada warga yang membakar
sampah tepat di bawah pohon,” ujarnya.
Walikota mengimbau kepada
warga untuk menjaga pohon pelindung dan tidak membakar sampah di bawah
pohon-pohon tersebut. Karena hal ini dapat beresiko besar apabila
terjadi angin kencang. Pohon akan mudah patah dan tumbang sehingga
mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
Walikota juga menugaskan
dinas terkait untuk memeriksa seluruh pohon pelindung yang ada di Kota
Padang. Jika terdapat pohon yang sudah dimakan usia, dinas terkait agar
segera mengganti dengan pohon baru.
“Bila ada yang sudah tua agar diganti, atau dirapikan. Pohon yang terlalu tinggi supaya dikurangi bebannya dengan cara dipangkas,” kata Mahyeldi.
Menurut
Walikota, pohon yang ada di Padang tidak perlu pohon berukuran besar.
Tetapi yang terpenting rimbun dan asri. Nantinya akan dibuatkan boks
bagi pohon pelindung. Apabila pohon tersebut mati, akan dengan mudah
diganti dengan cara mencabutnya.
“Teknis ini sudah disampaikan ke dinas terkait,” tukas Walikota.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam
Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan agar tak
terulang kejadian serupa, seluruh unsur terkait agar melakukan
pengawasan.
“Kita mohon supaya masyarakat tidak ada yang membakar apapun di bawah pohon,” imbaunya.
Dedi menyebut, pada tahun 2016 ini sudah berkali-kali terjadi bencana
pohon tumbang. Bila dirinci, hampir setiap hari pohon tumbang akibat
angin kencang.
“Sekitar 84 pohon tumbang pada tahun 2016 ini dan 50 persen diantaranya karena ada pembakaran di pohon tersebut,” ujarnya.(Humas)
