Padang,AT - Kepedulian lingkungan yang menjadi sikap konsisten dari
Perusahaan daerah air Minum(PDAM) kota Padang tampaknya benar-benar menjadi
sikap yang patut diteriu oleh pihak manapun yang menjalankan operasional
kerjanya di wilayah kota Padang.
Dilatar belakangi seringnya terjadi banjir yang melanda kota
padang sebelumnya serta melihat kondisi daerah alirah sungai yang semakin
banyak rusak. PDAM Padang ysang dipimpin Dirutnya Ir.Muswendry Evytes kemlai
melakukan penanaman di sejumlah hutan dan daerah aliran sungai yang mulai
rusak. Bertepatan dengan akan memperingatri HUT kotya Padang ke 347 PDAM Padang
melakukan penanaman pohon di daerah aliran sungai (DAS) Batang guo,dimana
loksai tersebut merupakan salah satu sumber air baku PDAM Padang.
Wlikota Padang H.Mahyeldi dalam sambutanya pada acasra
penanaman pohon di Batang Guo ini
berharap agsr sumber air yang melimpah di kota Padang mampu diserap oleh
bumi di kota Padang.Sementara penghijauan adalah salah satu cara agar air bisa
tersimpan dan tidak terbuang ke laut.
“Kita Akan terus menyiapkan warga kota untuk vetul-betul
perhatian terhadap kondisi lingkungan hutan kita.Warga kota yang hidup dengan
memanfaatkan hutan hendaknya jangan sampai merusak hutan.Walikota berharap agar
seluruh komponen masyarakast,sKPD dan Tni Polri diharapkan bersatu menjaga
kondisi hutan kita,’kata Mahyeldi.Pada acara tersebut terlihat hadir
Danlantamal II Padang, Korem 032 WiraBRAJA,Ketua Forum DAS Kotya Padang dan
warga saewkitar Batang Guo.
Dirut PDAM kota Padang Muswendry pada kesempatan
itumenyatakan bahwa PDAM Padang akan konsisten untuk melakukan penghijauan.Dilokasi ini PDAM menargetkan akan menanam 10.000 pohon,"ujarnmya.Untuk
di Guo PDAM sudah menanam pohon didaerah aliran sungai (DAS) sebanyak
3.200 batang pohon dan akan terus berlanjut hingga target 10.000 pohon.
“Kita akan selalu menjadi ujung tombak dan berada di barisan
terdepan dalam upya konsistensi melakukan penghijauan.ini merupakan langkah dan
upaya kita menjaga kelestarian hutan guna memperbaiki sumber air baku
PDAM.”jelas Muswendry.
Ditambahkannya,masdih banyak keluhan dari masyarakat kota
Padang yang menjadi pelanggan karenakan hutan disekitar intake mulai rusak dan
tak mampu menyerap air. Karena pada saat turun hujan lebat, kondisi air PDAm
menjadi keruh. Sementara pada saat kemarau, debit air yang mengalir ke pelanggan
kecil karena pasokan iar di intake juga kecil.
Sementara ketua forum DAS Kota Padang Prof Isril Berdf
mengatakan,saat ini ada sekitar 4000
hektar hutan yang perlu dipulihkan kembali kondisinya karena rusak,Dilain pihak
dari 6 daerah lairan sungai (DAS). Daerah aliran sungai Batang arau,Batang
kuranji dan aie dingin juga dalam keadaan sakit .Akibat kondisi ini,kota padang
selalu terendam banjir ketika hujan.Mau tak mau kita kita harus kita harus
melakukan penghijauan demi memperbaiki hutan kita,Kata Isril Berd.
Sedangkan tokoh masyarakat Kuranji,Irwan Basyiur Dt Rajo
Alam berterimkasih dengan perhatian PDAm Kota Padang. Dengan penghijauan ini
hutan sekitar batang Guo doharapkan kelak akan trjaga kondisinya Bahkan kedepan
diharapkan lebih baik lagi. (***)