Permainan menggunakan bola yang terbuat dari anyaman rotan dengan seluruh
pemainnya membuat sebuah lingkaran ini, mampu memukau puluhan pasang mata yang
memadati acara tersebut. Wakil Walikota Padang, H.
Emzalmi hadir bersama anggota DPRD Padang, Iswandi Muchtar, Muspika Kuranji,
tokoh adat di Kuranji memberikan apresiasi.
"Permainan tradisional anak nagari seperti Sipak Rago ini perlu
ditumbuh kembangkan. Karena memang, meskipun Kota Padang sedang mengarah untuk
menjadi kota metropolitan, namun untuk perkembangan kota ini tidak bisa
dilepaskan dari budaya dan kesenian tradisional serta pola kehidupan
bermasyarakat di daerah ini," ujar Emzalmi di sela kegiatan yang dilaksanakan
di Gelanggang Medan Nan Bapaneh jalan Kampung Marapak RT 02 RW IV Kelurahan
Kalumbuk itu.
Menurut Emzalmi, hingga saat ini masih ada 9 atau 10 nagari di Padang yang
senantiasa eksis melestarikan adat dan budayanya. Apakah itu seperti terhadap
sasaran silek, randai, pidato adat serta berbagai seni dan budaya yang ada
ataupun permainan Sipak Rago yang disaksikan kali ini.
"Padang atau Sumatera Barat, sekarang sudah masuk destinasi wisata di
Indonesia. Maka untuk itu, inilah yang menjadi potensi bagi kita, dan semoga
saja melalui kegiatan ini semakin memberikan motivasi bagi semua masyarakat.
Khususnya bagi anak dan kemenakan kita, agar senantiasa melestarikan seni dan
budaya tradisional di berbagai pelosok nagari ini,' imbuhnya.
Lebih lanjut Wawako menyebutkan, seperti di Kecamatan Kuranji atau nagari
Pauh IX, lebih kurang sudah ada 30 sasaran silek dan randai yang juga sejalan
dengan kesenian dan budaya tradisional lainnya.
'Jadi, Sipak Rago ini permainan anak nagari yang juga menjadi olahraga
kebersamaan yang mempunyai filosofi dan juga manfaat tersendiri bagi pemainnya.
Apatah lagi, Sipak Rago juga identik dengan gerakan randai dan silek, sehingga
memiliki nilai-nilai keindahan yang luar biasa dan menyenangkan bagi pemain dan
orang yang menyaksikan," tukas putra daerah Kalumbuk Kuranji ini. (hms/ic)