Padang,AT - Kepedulian lingkungan yang menjadi sikap konsisten dari
Perusahaan daerah air Minum(PDAM) kota Padang tampaknya benar-benar menjadi
sikap yang patut diteriu oleh pihak manapun yang menjalankan operasional
kerjanya di wilayah kota Padang.
“Penghijauan ini harus didukung semua pihak,dan semua pihak
diharapkan menjaga konsisi hutan di kota ini agar tidak merusak hutanm
lagi,sia[paun oknum nya harus kita larang dan tegur.Kelestarian hutan kita merupakan hal prinsip yang harus kita
jaga.karena kenyamanan kehidupan kita
dan anak cucu kita tergantung kepada kondisi hutan kita.Allah juga melarang
kita untuk merusak alam ini,”kata Walikota Padang H.Mahyeldi.
“Kita Akan terus menyiapkan warga kota untuk vetul-betul
perhatian terhadap kondisi lingkungan hutan kita.Warga kota yang hidup dengan
memanfaatkan hutan hendaknya jangan sampai merusak hutan.Walikota berharap agar
seluruh komponen masyarakast,sKPD dan Tni Polri diharapkan bersatu menjaga
kondisi hutan kita,’kata Mahyeldi.Pada acara tersebut terlihat hadir
Danlantamal II Padang, Korem 032 WiraBRAJA,Ketua Forum DAS Kotya Padang dan
warga sekitar Batang Guo.
Dalam penanaman pohon tersebut,PDAM Padang tampak ikut
menggandeng jajaran TNI Polri,Forum DAS Kota Padang, Balai Pengelolaan Daerah
Aliran sungai (BPDAS) Agam kuNTAN Balai Wilayah sungai Sumatrera V,Ninik mamak,Cadiak pandai dan jajaran SKPD
di kota Padang.
Dirut PDAM kota Padang Muswendry pada kesempatan
itumenyatakan bahwa PDAM Padang akan konsisten untuk melakukan penghijauan.Dilokasi ini PDAM menargetkan akan menanam 10.000 pohon,"ujarnmya.Untuk di Guo PDAM sudah menanam pohon didaerah aliran sungai (DAS) sebanyak 3.200 batang pohon dan akan terus berlanjut hingga target 10.000 pohon.
“Kita akan selalu menjadi ujung tombak dan berada di barisan
terdepan dalam upya konsistensi melakukan penghijauan.ini merupakan langkah dan
upaya kita menjaga kelestarian hutan guna memperbaiki sumber air baku
PDAM.”jelas Muswendry.
Ditambahkannya,masdih banyak keluhan dari masyarakat kota
Padang yang menjadi pelanggan karenakan hutan disekitar intake mulai rusak dan
tak mampu menyerap air. Karena pada saat turun hujan lebat, kondisi air PDAM
menjadi keruh. Sementara pada saat kemarau, debit air yang mengalir ke pelanggan
kecil karena pasokan iar di intake juga kecil.
Ini semua menurut Dirut PDAM Padang ini disebabkan karena
hutan idsekitar intake mulai rusak dan tak mampu menyerap air.Dengan
penghijauan yang dilakukan sekarang diharapkan beberapa tahun ke depan kondisi
sumber air baku PDAM Padang menjadi lebih baIk lagi.
Sementara ketua forum DAS Kota Padang Prof Isril Berdf
mengatakan,saat ini ada sekitar 4000
hektar hutan yang perlu dipulihkan kembali kondisinya karena rusak,Dilain pihak
dari 6 daerah lairan sungai (DAS). Daerah aliran sungai Batang arau,Batang
kuranji dan aie dingin juga dalam keadaan sakit .Akibat kondisi ini,kota padang
selalu terendam banjir ketika hujan.Mau tak mau kita kita harus kita harus
melakukan penghijauan demi memperbaiki hutan kita,Kata Isril Berd.
Sedangkan tokoh masyarakat Kuranji,Irwan Basyiur Dt Rajo
Alam berterimkasih dengan perhatian PDAm Kota Padang. Dengan penghijauan ini
hutan sekitar batang Guo doharapkan kelak akan trjaga kondisinya Bahkan kedepan
diharapkan lebih baik lagi. (***)