Berdasarkan data, tingkat kemiskinan di Padang terus berkurang dibanding
delapan tahun silam. Tahun 2008 silam, angka kemiskinan di Padang menembus 19
persen. Namun tahun ini angka itu turun menjadi sekitar 8,9 persen (data BPS). “Kalau
kita berpatokan kepada data Bappeda, angka kemiskinan hanya 5,8 persen,” sebut
Emzalmi.
Mampu turunnya angka kemiskinan di Padang dikarenakan banyak hal yang telah
dilakukan Pemerintah Kota Padang. Dengan mendorong pembangunan infrastruktur
cukup membantu menekan angka kemiskinan. Termasuk membenahi tiga penyebab
kemiskinan, yakni pendidikan, ekonomi, serta lingkungan. Emzalmi mengatakan
tiga penyebab kemiskinan itu telah mulai diatasi dengan baik. Lingkungan
masyarakat telah diperbaiki, diantaranya seperti perbaikan jalan menjadi mulus
serta betonisasi jalan lingkungan. MCK dan air bersih juga diadakan bagi
masyarakat, sehingga masyarakat menjadi sehat. “Jika masyarakat sehat, tentu
masyarakat akan bekerja dan berusaha. Apabila sudah begitu ekonomi masyarakat
meningkat,” papar Emzalmi.
Pendidikan juga mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat. Warga yang tidak
mengenyam pendidikan akan kalah bersaing dengan warga lain. Mengantisipasi itu,
Pemko Padang telah memberlakukan pendidikan gratis bagi seluruh anak yang ada
di Padang. Tak boleh lagi ada anak yang tidak sekolah alias menganggur.
“Dengan sekolah, cara berpikir anak akan baik dan bermanfaat bagi
masyarakat,” terang Emzalmi. Agar Padang benar-benar menjadi kota metropolitan,
Emzalmi berpendapat kalau Padang mesti menjalin kerjasama dengan daerah yang
ada di sekitarnya, seperti Pariaman, Lubuk Alung, Solok dan Painan. Dengan
kerjasama dan satu kesatuan itu akan membuat Padang kokoh sebagai kota
metropolitan. Apalagi, di Padang dan sekitarnya telah ditunjang dengan adanya
Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pelabuhan Teluk Bayur dan sebagainya. “Untuk
itu Padang harus siap menjadi kota metropolitan, salah satu caranya perlu
jaringan kerjasama,” ungkapnya.
Tak lama lagi Padang akan terus berkembang dan menjadi kota metropolitan.
Keberadaannya di pesisir pantai barat Sumatera akan menjadikan Padang sebagai
gerbang wilayah barat Indonesia. Apalagi, negara-negara yang tergabung ke dalam
Indian Ocean Rim Association (IORA) telah melakukan pertemuan di Padang,
sehingga Padang telah begitu dikenal di sejumlah negara lain.
“Kita bangga dengan adanya IORA, karena akan semakin mendorong Padang
menjadi kawasan strategis,” tutup Emzalmi.(hms/ic)