Pantauan AT beberapa hari lalu, minimnya fasilitas penunjang memang menjadi kendala.
Misalnya, akses tangga ke lantai dua yang kurang memadai. Saat ini akses
jenjang ke lantai II hanya tiga unit dan kondisi ini menyebabkan baik pedagang
maupun calon pembeli harus memutar untuk menuju lantai dua.
Kecilnya ukuran kios
juga menjadi keluhan pedagang. Sebagian besar pedagang menilai lokasi kios yang
terlalu jauh dan ukuran yang tidak sesuai. Ketua Pedagang Pasar Inpres Lantai
I, H Syafrudin mengatakan, mereka meminta los direhab kembali karena dinilai
tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang. Menurutnya kebutuhan pedagang, ukuran
losnya tidak setinggi yang ada saat ini. Selain itu toilet belum sempurna dan
airnya juga belum ada.
“Drainase
dibersihkan, akses ke dalam pasar juga harus bagus supaya pembeli yang datang
nyaman berbelanja,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi
Pasar Inpres II yang belum memadai ini menjadi perhatian Iswanto Kwara, anggota
Komisi III DPRD Padang. Menurut Iswanto, Pemko Padang dalam hal ini Dinas Pasar
harus juga memperhatikan infrastruktur penunjang Pasar Raya. Sebab, kalau
infrastruktur penunjang tidak disiapkan, ini akan menjadi masalah baru.
"Pembenahan
drainase harus menjadi fokus Dinas Pasar. Sebab, ketiadaan drainase maka air
akan tergenang sehingga membuat pasar akan mudah banjir," jelas politisi
PDI-P ini ketika dihubungi, Senin (21/3/2016).
Iswanto mengingatkan,
Dinas Pasar jangan hanya mengelola pasar semata tanpa memperhatikan fasilitas
penunjang lainnya. Diungkapkannya, pasar modern tersebut harus memiliki
fasilitas penunjang yang memberikan kenyamanan baik untuk pedagang maupun
kepada calon pembeli.
Hingga saat ini
pedagang belum menempati bangunan baru Pasar Inpres II, padahal Dinas Pasar
sudah melakukan lotting kepada pedagang yang ingin menempati. Data dari Dinas
Pasar, jumlah pedagang di Pasar Inpres II sebanyak 804 pedagang. (agb/ic)