Padang,AT - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno
menyatakan pihaknya akan mendorong kegiatan literasi media untuk
kalangan pelajar guna mencegah dampak negatif siaran televisi.
Irwan menyampaikan hal itu pada acara literasi media dengan tema
“Menciptakan Penyiaran yang Sehat dan Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”
yang diselenggarakan KPI pusat.
Menurut dia literasi media akan memberikan kesadaran kepada
masyarakat khususnya orang tua agar anak-anak tidak menonton siaran
televisi yang tidak mendidik.
“Seleksi siaran yang tepat akan mendorong perkembangan yang baik untuk pemikiran, kepribadian dan perilaku anak,” ujarnya.
Ia mengatakan media memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku anak karena mudah meniru apa yang dilihat di televisi
Apalagi anak dan remaja merupakan pangsa pasar media terbesar
sehingga perlu dilakukan literasi media untuk menyaring siaran yang
layak untuk ditonton.
Gubernur berpendapat literasi media juga penting diberikan kepada
orang tua karena pelajar lebih banyak menonton televisi di rumah.
“Orang tua paling efektif mengawasi tayangan televisi yang ditonton anak, mereka harus dibekali pemahaman yang benar,” ujarnya.
Irwan menambahkan pemerintah provinsi siap bekerja sama dengan
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah dengan menyediakan tempat dan konsumsi
untuk menyelenggarakan kegiatan literasi media.
Sementara, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Jhudariksawan
mengatakan literasi media adalah gerakan yang dilakukan untuk membangun
kesadaran masyarakat agar lebih kritis terhadap media.
“Anak-anak dan remaja begitu mudah diterpa oleh tayangan yang belum
pantas untuk ditonton, ada ketidakmampuan untuk mencerna dengan benar
muatan program yang mereka saksikan,” kata dia.
Ia mengatakan tidak semua program televisi sesuai dengan kebutuhan
dan usia anak dan remaja, karena itu literasi penting untuk menumbuhkan
masyarakat yang kritis terhadap tayangan.(ANTR/IC)