Padang,AT - Sekolah kejuruan tidak selayaknya menggelar ujian nasional (UN)
sebagaimana sekolah umum. Begitu juga pada sekolah di bawah naungan Kementerian
Agama, terdapat jenis ujian yang relatif sama dengan UN. Yakni ujian Madrasah
Diniyah Takmainih Awaliyah (MDTA).
"Seandainya saya punya kewenangan soal ini, maka saya memandang tak
perlu siswa SMK ikut UN. Begitu juga dengan ujian MDTA di sekolah yang berada
di bawah naungan Kemenag," tegas Wako Padang,
H. Mahyeldi Dt Marajo, pada seri diskusi yang digelar Ikatan Alumni (IKA)
Unand, Jumat (6/5).
Tegas Mahyeldi, yang paling tepat bagi siswa SMK dilakukan ujian kompetensi.
Karena, orientasi sekolah kejuruan bukan lah untuk menempuh pendidikan lebih
tinggi. Melainkan, menjadi tenaga kerja berkompetensi tertentu sesuai dengan
jurusan yang dipilih saat masuk SMK.
"Di SMKN 5 Padang itu, hampir seluruh siswanya angsung diserap dunia
kerja. Bahkan, di SMAKPA Padang, siswanya belum lulus namun sudah dibooking
perusahaan," terang Mahyeldi tentang betapa tingginya kebutuhan perusahaan
terhadap tenaga kerja siap pakai.
Saking tingginya permintaan akan lulusan SMAKPA ini, Mahyeldi berjanji, akan
membangunkan gedung baru untuk sekolah tersebut.
"Jika saya punya kewenangan, akan saya tambah lokal belajar untuk SMAKPA
ini. Saya tengah meminta kajian, apakah Pemko berpeluang memberi bantuan ke
sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan ini,"
terangnya.
Khusus untuk siswa yang berada di bawah naungan Kemenag, Mahyeldi juga
berjanji, akan serius membicarakannya dengan jajaran Kemenag. Secara teknis,
mata pelajaran yang diuji relatif sama. Kenapa harus ada dua kali ujiannya (UN
dan MDTA-red).
"Ini kan mubazir dan memberatkan siswa," terang Mahyeldi yang juga
ketua alumni Fakultas Pertanian (AFTA) Unand ini.
Seri Diskusi ini, merupakan salah satu dari 16 kegiatan jelang
dilaksanakannya temu alumni dan Kongres V Ikatan Alumni Universitas Andalas
yang akan digelar September 2016 nanti. Seri diskusi ini akan digelar sekali
dua minggu, secara marathon hingga hari H pelaksanaan kongres.
Pada sesi perdana ini, dihadirkan Walikota Padang, Mahyeldi Dt Marajo dengan
pembanding, akademisi Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Feri Arlius. Diskusi
ini dimoderatori Sukri Umar, alumni Fakultas Peternakan.(hms)