Padang,AT - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita)
Sumatera Barat mendukung rencana Pemerintah Kota Padang yang akan
menjadikan Delta Malvinas sebagai destinasi wisata baru. Pemko Padang
bermaksud menjadikan daerah tersebut sebagai Taman Hutan Kota Malvinas.
"Selama ini objek wisata untuk keluarga di Kota Padang terlihat masih
kurang, untuk itu diperlukan upaya agar jumlah objek wisata untuk
keluarga ditambah sehingga warga Padang
dan sekitarnya dapat memanfaatkannya untuk mendekatkan diri dengan
keluarga melalui objek wisata tersebut," kata Ketua Asita Sumatera
Barat, Ian Hanafiah saat dihubungi di Padang, Minggu (4/9).
Ian mengatakan meski dirinya belum mengetahui secara rinci konsep
wisata keluarga yang akan dibangun oleh Pemko Padang di Taman Hutan Kota
Malvinas yang diberi nama "water front city" (kota tepi air), namun
meninjau dari tujuannya, ia mendukung hal itu.
Ian mengatakan
saat ini destinasi wisata alami di Kota Padang untuk keluarga cukup
banyak namun untuk wisata alam hasil rekayasa manusia belum ada.
"Hal tersebut diperlukan agar kita dapat menambah variasi destinasi wisata di Kota Padang," katanya.
Terlebih, destinasi wisata tersebut menawarkan sarana rekreasi, tempat
hiburan keluarga, outbond, aneka bermain anak dan taman burung yang saat
ini diperlukan di Kota Padang agar mendukung program pemerintah yang
mengusung kota tersebut sebagai kota pariwisata, pendidikan dan religi.
Sebelumnya, pada Jumat (2/9) Pemko Padang dengan investor dari Jakarta
mengunjungi Taman Hutan Kota Malvinas guna merancang kerja sama terkait
pembangunan dan pengelolaan taman tersebut.
"Taman Hutan Kota
Malvinas berpotensi dikembangkan sebagai 'Water Front City' karena
kawasan tersebut berada dekat dengan pusat kota, dengan arah ke Timur
yakni jalan By Pass dengan berjarak lima kilometer sedangkan ke arah
Baratnya yaitu Pantai Padang," kata Wakil Walikota Padang, Emzalmi usai
meninjau Delta Malvinas itu.
Selain itu, taman tersebut juga
bisa dimanfaatkan sebagai penahan meluapnya Sungai Batang Kuranji
sehingga dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya banjir di Kota
Padang.(HMS/IC)