Padang,AT - Dalam peluncuran
KUR, Bank Pembangunan Daerah(BPD) Sumatera Barat atau disebut juga Bank Nagari,
kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumbar tahun 2016 sebesar Rp100 miliar
dirasa masih kurang.
"Memang
saat ini, sangat banyak masyarakat Sumbar yang membutuhkan KUR ini. Jumlah
Rp100 miliar ini rasanya masih kurang," terang Dedy Ihsan Direktur Utama
Bank Nagari usai peluncuran KUR di Padang, Selasa(1/11/2016) .
Ia juga mengatakan pihaknya baru aktif
menyalurkan KUR pada minggu ketiga September dan sekarang telah tersalur Rp8,7
miliar. Dalam dua bulan ke depan, kita optimis anggaran sebesar Rp100 miliar
yang dipercayakan akan tersalur seluruhnya.
"Kita
memiliki 34 cabang dan tersebar pada 19 kabupaten dan kota di Sumbar.
Masing-masing cabang siap untuk menyalurkan KUR," jelasnya.
Meski
waktu hingga akhir tahun sudah sangat mepet, tetapi dalam hal penyaluran Bank
Nagari menurut Dedy tetap selektif dalam memberikan KUR pada masyarakat.
"Proposal
yang disetujui untuk KUR ini dipastikan adalah yang memenuhi syarat dan tidak
sedang tersangkut dengan lembaga pembiayaan lain," paparnya.
Dalam kesempatan
yang sama, Direktur Kredit Bank Nagari, Hendri mengatakan, penyaluran KUR untuk
Sumbar yang dilaksanakan Bank Nagari dibatasi hanya untuk sektor pertanian,
peternakan, dan perikanan.
"Kalau
untuk KUR mikro, plafond pinjamannya maksimal Rp25 juta, sedangkan KUR ritel
Rp25 juta sampai Rp500 juta. Bunga KUR 9 persen," ujarnya.
Hendri
berkeyakinan, KUR akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan usaha masyarakat
yang muaranya mendorong terjadi pertumbuhan ekonomi, sehingga di tahun depan
bisa diperjuangkan untuk mendapat kuota KUR kembali.
Sementara
itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memberikan apresiasinya pada Bank Nagari
yang menunjukkan komitmennya dalam penyaluran KUR untuk masyarakat hingga
akhirnya dipercaya pemerintah sebagai bank penyalur.
"Kepercayaan
ini harus dijawab dengan penyaluran yang profesional," ujarnya pada awak
media. (***)