“Coba kita rasakan dan renungkan, ada ndak terjadi suasana baru pada
Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini? Yang saya
rasakan ada hal baru dibanding tahun lalu,” ungkap Mahyeldi di depan seluruh
ASN Pemko Padang yang memenuhi ruang rapat Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang.
Walikota menyebut, perubahan yang cukup signifikan yakni mulai berkurangnya
pengemis yang meminta-minta. Termasuk warga yang datang mengadu kepada
walikota.
"Saya melihat dan merasakan ini dibanding tahun lalu,” sebutnya.
Tidak itu saja, walikota juga melihat mulai berkurangnya kegelisahan warga
dalam menghadapi lebaran dan Tahun Ajaran baru. Tampak oleh walikota bahwa
kegelisahan warga tidak seberat tahun lalu.
“Maka itu hemat saya, semua ini buah hasil kerja kita (Pemerintah Kota
Padang) lakukan selama ini,” tutur Mahyeldi.
Perbedaan dan perubahan ini juga didukung oleh perhatian yang diberikan
kepada warga mustahik. Sebanyak 22 ribu paket voucher diberikan oleh Baznas
Kota Padang.
"Inilah menurut saya salah satu yang menetralisir, di samping kebijakan
kita tentang pendidikan bagi anak,” tutur walikota.
Di samping itu, walikota menilai bahwa selama ini program Pemko Padang juga
mendapat dukungan dari masyarakat. Dalam bedah rumah yang dilakukan Pemko
Padang, sejauh ini sudah 1.500 rumah lebih yang dibangun.
Walikota menuturkan, mereka yang telah dibantu, menangis dan berterimakasih
itulah yang telah mendoakan Pemko Padang selama ini. Sehingga kini Padang telah
jauh berubah.
Sementara itu pada Halal bi Halal di Balaikota Padang tersebut nampak hadir
diantaranya Wawako Emzalmi, Sekdako Nasir Ahmad, seluruh asisten dan ASN di
lingkup Pemko Padang. Di penghujung acara, seluruhnya saling bersalaman dan
bermaafan untuk kemudian menikmati ketupat sayur, sate, lopis dan aneka makanan
lainnya bersama.(Hms/ic)
