Padang,AT – Walikota Padang, H.
Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa Kota Padang tak ingin
berlama-lama dalam penerapan Kurikulum 2013 (K-13). Walikota menargetkan, tahun
2018 nanti Kota Padang sudah menerapkan K-13.
“Kita ingin segera terapkan Kurikulum 2013 dan tak mau lambat juga,” ujar
walikota, kemarin ini.
Dikatakan walikota, saat mendengar pendapat dari sejumlah guru di Kota
Padang, K-13 sangat tepat dilaksanakan. Dan setelah dikoordinasikan dengan
Dinas Pendidikan Kota Padang ternyata hanya baru 25 persen guru yang
mendapatkan pelatihan.
“Saat ini baru tercover sebanyak 25 persen guru. Kita harapkan pada 2017
nanti seluruh guru sudah mendapat pelatihan,” ungkap Mahyeldi.
Hingga saat ini baru 25 persen guru yang mendapatkan sosialisasi K-13.
Artinya sebanyak 75 persen lagi atau sekitar 6000 guru masih belum mendapatkan
pelatihan.
“Jika sudah semua, kita ‘on’ dengan Kurikulum 2013. Dan untuk itu semua kita
membutuhkan biaya sebesar Rp 30 miliar,” terang walikota.
Seperti diketahui, Kemendikbud memang menargetkan K-13 dijalankan secara
penuh dan serentak di seluruh Indonesia pada 2018. Keputusan itu lebih cepat
dari ketentuan PP Nomor 32 Tahun 2013 yang menentukan bahwa transisi dari
Kurikulum 2006 ke K-13 sejatinya berjalan tujuh tahun, yakni 2013 hingga 2020.(Hms/ic)