Dirut PDAM Muswendri
Padang - Pada Hari Rabu, tanggal 30 Desember 2015, tepat 41 tahun PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Padang. 

Bertepatan pada usia yang semakin dewasa, Perusda (Perusahaan Daerah) satu-satunya milik Kota Padang itu menggelar serangkaian acara mulai dari jalan sehat, gebyar pelanggan, donor darah, kompetisi olah raga seperti futsal, sepak takraw dan bulutangkis. 

Acara diawali dengan jalan sehat ini dilepas langsung oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah didamping Wakil Walikota Emzalmi. 

Direktur Utama PDAM Kota Padang Muswendri Evytes menyebutkan, gebyar ke-41 tahun ini merupakan sarana menjaga hubungan baik dengan para pelanggan. 

PDAM selalu hadir di setiap suasana bencana sekalipun.  “Bagi Kami stakeholders utama adalah pelanggan. Untuk itu pelayanan dan hubungan baik harus selalu dijaga. Saat ini kami punya slogan baru yakni “Setetes air yang terbuang itulah uang kami yang hilang” artinya infrastruktur harus lebih baik lagi sehingga air bisa disalurkan dengan baik pada pelanggan,” ujarnya saat diwawancarai usai bagi-bagi doorprize diareal parkir PDAM Padang. Ia menambahkan bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu merupakan wujud perhatian PDAM terhadap masyarakat yang kurang beruntung. Anggarannya berasal dari unit pengumpulan zakat yang sengaja dibentuk karyawan. “Sementara reward sepeda motor kami berikan terhadap pelanggan yang disiplin membayar rekening air pada tanggal 1 setiap bulannya,” tambahnya. 

Ditempat yang sama Ketua DPRD Kota Padang Erisman menambahkan, "PDAM kedepan harus mampu meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Masyarakat sebagai pengguna jasa berhak mendapatkan pelayanan prima dan produk air bersih yang baik.” DPRD Padang akan mendukung inovasi dan program apa yang akan dilakukan nantinya sekaligus mengawasi kinerja PDAM,” terangnya. 

Wakil Walikota Padang Emzalmi menyebut fungsi PDAM sebenarnya adalah penyedia air bersih. Sebagai perusahaan satu-satunya sejauh ini yang konsen dibidang tersebut, PDAM lanjutnya harus memiliki inovasi yang berorientasi pada bisnis dan memberikan pelayanan yang prima. 

"PDAM sebenarnya bisa mengembangkan sayapnya untuk hal lain yang memiliki nilai tambah seperti pengelolaan sanitasi serta membuat produk air minum dalam kemasan. Ini harus masuk dalam program kerja kedepan,” terang Emzalmi.
 
Top